Hati-Hati di Jalan

Ilustration by Rendra Prasetya "Arak - arakan"

Bahwa barangkali, pada masing masing tempatnya, setiap manusia layak untuk dikenang. Selalu patut untuk disanjung. 

Bahwa setiap manusia, telah menjadi berarti, pada setiap pertama kali mereka pernah berjabat tangan.

-Irvan Aulia, "Nol dan Sembilan"

Ketika ada momen wisuda pertama kali buat angkatan kita, aku merayakannya dengan tulisan di blog (yang baru selesai di wisuda periode berikutnya), untuk mengenang 64 orang mahasiswa produk (tulisannya disini!). Jadi, untuk menutup momen kelulusan terakhir dari angkatan kita, aku juga ingin merayakannya lewat tulisan di blog ini hehe.

Pertama-tama, halooo apa kabaaar? 

Rasanya cukup aneh ya, ternyata 2014 itu udah delapan tahun yang lalu. Kalau dulu, tau kabar tuh cukup dengan tegur sapa di koridor atau gosip bareng di meja deket tribun. Sekarang, cuma bisa update kabar dari instastory & status wa & twitter HAHAHA. Semoga kalian dalam keadaan sehat dan baik, ya!

Untuk yang sedang engga baik baik aja, lagi capeek, lagi suntuk, yang sedang merasa gagal, yang merasa dirinya engga cukup baik dalam apapun yang dilakuin, cuma mau bilang: "SEMANGAAAT YAAA!!!". Kadang emang hidup ini terasa berat banget, ya. Kadang kita bisa capek dan nangis sendirian. Kadang mungkin kita ga sadar kalau engga baik baik aja, karena terlalu sering merasa "ah, aku gapapa, kok". Ya, betul. Ternyata hidup isinya ga selalu yang baik-baik aja.

Rasanya ingin mendoakan semoga kita semua selalu dikasih kebahagian. Tapi sepertinya terlalu naif yaaa kalau merasa hidup akan bahagia terus. Jadi aku berharapnya, apapun yang sedang kita lakukan, semoga segala drama kehidupan ini bisa mengantarkan kita menjadi versi kita yang lebih baik dari sebelumnya.

Sama seperti judul dari tulisan ini, yang tentu saja terinspirasi dari lagu baru Tulus, aku sebenernya cuma mau bilang hati hati di jalan, ya! Entah jalan mana yang sedang kita diambil, entah seberapa berat jalan yang dulu pernah kita lewatin, entah jalan seperti apa yang akan kita hadapi di depan, semoga kita semua engga pernah lelah untuk berjalan.

Senaaang sekalii bisa liat temen temen udah bertumbuh dan menjalani hidup masing masing. Semoga kenangan kenangan baik semasa kuliah bisa menjadi hal manis ketika kita ngobrolin masa kuliah. Semoga juga, segala rasa sakit hati, dendam, trauma yang pernah ada semasa kuliah, suatu saat bisa jadi komedi untuk kita tertawakan.

Terimakasih banyak untuk kalian semua karena udah ngasih cerita, kisah dan pelajaran semasa kuliah. Senang bisa kenal kalian semua ♥ 

Haha aku juga gatau kenapa, aku merasa (terlalu) senang dan sedih waktu tau besok jadi momen kelulusan terakhir angkatan kita, mungkin karena momen "Lulus" dan "Wisuda" ini jadi dua hal yang cukup emosional buat aku. Ini aku lampirkan tulisan dari The Tiny Wisdom untuk menutup tulisan ini hehe.

To: All the friend I've lost

I've learned the hard way that relationships need the effort to be maintained. Sometimes a friendship would last a lifetime. But most of the time, they only pass by, and we grew apart because of time. Just like us.

Dear friend, I hope you enjoy life now, As much as we do back then.

-Briandito Priambodo

Komentar

  1. Fil! aku juga baca cerita yang sama kayak yang di paragraf terakhir dan aku meng-aamiinkan itu. Aku ngerasa catch up ke temen yang rasanya udah jauh bukan kewajiban aku, dan nggak apa-apa kalo orang lain nggak ngelakuin itu ke aku juga. kan semua orang udah punya prioritasnya sendiri-sendiri.

    Tapi di tengah prioritas kamu, kamu milih untuk inget sama temen-temenmu. Dari jaman tugas akhir, wisuda, sampe kamu udah wisuda dan ada yang belum wisuda pun kamu tetep present buat temenmu. Makasih ya Fil, udah memilih hal yang bikin hati jadi anget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Natashaaaa ❤️❤️❤️

      hehehe terimakasih banyaaaak! semoga kapan kapan bisa ketemu lagi, ya :') !!!

      Hapus

Posting Komentar